Days of Youth Entrepreuner Lahirkan Pengusaha Milenial
Tema “Peran Generasi Milenial Indonesia Menyongsong Dunia Bisnis Era Revolusi Industri 4.0” diusung oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (BEM UNTAG) Surabaya dalam Seminar Nasional. Bertempat di Gedung Graha Wiyata lantai IX, seminar nasional ini merupakan rangkaian dari Days of Youth Entrepreuner (DOYE) yang bertema Menyongsong Generasi Emas Wirausahawan Muda Indonesia. DOYE sendiri merupakan rangkaian kegiatan kewirausahaan dengan 2 kegiatan lainnya, yakni: National Business Plan Competition dan Market Festival. Presiden BEM UNTAG Surabaya Agus Supriyanto menuturkan, “Meningkatnya angka pengangguran di Indonesia menjadi perhatian kami. Bahkan data di Badan Statistik Nasional menunjukkan bahwa dari 6,8 juta pengangguran, sekitar 7% merupakan luluan S1. Kami berharap mahasiswa mampu teredukasi dan terinspirasi untuk terjun sebagai entrepreneur.”
Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni-Drs. Eddy Wahyudi, M.Si. yang turut hadir membuka acara mengatakan, “Sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, kami mengedukasi mahasiswa terkait kewirausahaan di samping ramah lingkungan mengingat UNTAG Surabaya merupakan Juara Eco Campus 2018.” Menurut Eddy, kegiatan kemahasiswaan menjadi penting karena baik hard skill maupun soft skill dibutuhkan oleh mahasiswa. “Jangan sampai setelah lulus tidak bekerja. UNTAG Surabaya bertanggung jawab di mana mahasiswa harus bisa hard skill dan soft skill. Diharapkan melalui kegiatan ini bisa menginspirasi mahasiswa untuk menjadi pengusaha. Sesuai dengan tema, di era revolusi industri 4.0, pengusaha yang tidak memanfaatkan teknologi maka akan tertinggal,” katanya.
Tampil sebagai pemateri, Tarmizi Erfandi-CEO Otobe Smart, perusahaan penerbitan buku dan pengembang teknologi pendidikan. Dia membagikan kisah wirausahanya. Berbekal D3 Multimedia Broadcasting, awalnya Tarmidzi mendapatkan suntikan dana dari Youth Innovation Fund EQWIP HUBs 2017. Di 2018 dirinya mendapatkan dana dari PPBT Kemenristekdikti. Hingga tahun 2019, dia mendapatkan suntikan dana total 3,3 miliar rupiah. Dia menambahkan, “Yang selalu saya tekankan adalah value. Perhatikan apa yang diinginkan customer dan harus menyesuaikan kebutuhan mereka. Visi pun harus jelas sehingga berkesinambungan, juga harus dipakemkan agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Berpikirlah simpel dan berbeda. Kenapa tidak memikirkan hal yang berbeda.”
Pemateri kedua merupakan Founder dan CEO Briliant Indonesia Group, Christian Sabilal Pussung. Dalam materinya, pria yang akrab di panggil Abi ini menjelaskan bahwa bisnis diawali oleh mindset dan hal-hal kecil. “ Semua diawali dari mindset. Mulailah dari hal yang kecil. Orang sukses tidak perfeksionis, tetapi memperhatikan hal yang paling kecil di sekitarnya. Dalam berbisnis kita juga harus pelajari kekurangan kita dulu. Dengan demikian kita memiliki kejujuran promosi, jadi customer suka.” Kepada peserta dia berpesan, “Jangan menentang takdir dengan ikut-ikut orang lain. Semua orang punya nasib berbeda. Kita harus punya karakter sendiri, karena karakter itu yang akan menentukan nasib. Jika sesuatu hal bisa mendapatkan duit, maka do-it.” (um/aep)
Comments
Post a Comment